Pensi merupakan jenis kerang air tawar yang berukuran kecil yang hidup di Danau Maninjau. Pensi adalah Salah satu kuliner wisata khas dari daerah Sumatera Barat (Sumbar) yang paling banyak ditemukan di pinggir danau Maninjau.
Pensi ini biasanya dimasak sop biasa dan pedas. Pensi ini dapat ditemukan sepanjang jalan Danau Maninjau yang dijual di warung-warung dalam baskom besar. Cemilan ini menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung untuk datang ke lokasi wisata Danau.
“Seingat saya pensi merupakan makanan khas ketika saya masih duduk di bangku SD. Lama tak pernah menjumpai makanan ini. Sekarang pensi masih saya temukan, dan ternyata tidak hanya disukai anak-anak, orang dewasa pun menggandrungi makanan tradisional ini,” ujar Uda Rijal saat bertemu dengan tim RRI dikawasan Hangtuah saat membeli pensi, Jumat (10/01/25).
Ibu Ida penjual pensi di salah satu daerah Hangtuah ini mengatakan tidak selalu menjual pensi ini, karena susah mendapatkannya.
“Ini karena pas dapat saja. Kebetulan adek saya datang dari Sumbar, saya pesan pensi makanya bisa jual hari ini. Banyak juga peminatnya tapi susah dapatnya,” katanya.
Pensi bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga merupakan bagian dari budaya Minangkabau. Dulu, pensi sering dijadikan lauk pauk sehari-hari bagi masyarakat yang tinggal di sekitar danau. Namun seiring berjalannya waktu, keberadaan pensi mulai terlupakan oleh generasi muda.
Untuk menjaga kelestarian pensi, perlu adanya upaya pelestarian dan pengembangan kuliner ini. Salah satunya adalah dengan memperkenalkan pensi kepada generasi muda dan wisatawan. Selain itu, perlu juga dilakukan upaya untuk meningkatkan kualitas produksi pensi agar lebih higienis dan menarik minat konsumen.